Menemukan Ketenangan di Air Terjun Tembun, Surga Tersembunyi Musi Rawas Utara

Saya masih ingat bagaimana rasa penasaran itu tumbuh. Seorang teman bercerita tentang air terjun kecil yang jarang dikunjungi, tersembunyi di balik perbukitan hijau di Musi Rawas Utara. Sebagai penduduk Rupit, saya pikir sudah kenal semua sudut. Ternyata ada keindahan yang sengaja disembunyikan. Akhir pekan lalu, saya mengajak istri dan anak untuk mencari tempat itu. Perjalanan singkat dari pusat kota ke arah Desa Tembun terasa seperti memasuki dunia lain. Jalanan menyempit, pohon-pohon karet berganti dengan hutan sekunder. Tak ada papan petunjuk besar. Hanya jejak tanah basah yang mengarah ke suara gemericik air.
Menyusuri Jalur ke Air Terjun Tembun
Setelah parkir di ujung jalan setapak, kami berjalan sekitar lima belas menit menembus rimbunnya pepohonan. Anak saya yang berusia delapan tahun bersemangat melihat capung dan kupu-kupu berwarna oranye. Jalurnya mudah, cocok untuk keluarga muda. Sesampainya di lokasi, air terjun setinggi sekitar dua belas meter jatuh ke kolam hijau kebiruan. Suara air membasuh bebatuan hitam langsung menghapus rasa lelah. Saya meletakkan tikar di atas batu datar sementara istri mencelupkan kaki ke air yang segar. Tidak dingin menusuk, tetapi cukup menyegarkan setelah perjalanan.
Keunikan Air Terjun Tembun ada pada suasana sunyinya. Sepanjang kami berada di sana, hanya beberapa pengunjung lain datang. Mereka pun sama-sama menjaga ketenangan, duduk di tepi kolam sambil menikmati bekal. Anak saya nekat berenang di bagian dangkal. Saya mengawasi dari dekat karena arus cukup tenang. Bagi traveler hemat, tempat ini gratis tanpa tiket masuk. Biaya hanya parkir sukarela seikhlasnya. Waktu terbaik berkunjung pagi hari sebelum pukul sepuluh, saat cahaya matahari menembus celah kanopi dan membentuk kilau di permukaan air Untuk gambaran lebih luas, baca tempat wisata keluarga.
Setelah puas bermain, kami berjalan menyusuri aliran sungai kecil di bawah air terjun. Di sana ada bebatuan besar berlumut yang bisa dijadikan spot foto alami. Saya tidak lupa membawa kamera saku untuk mengabadikan momen ketika istri tersenyum di antara dedaunan hijau. Pulangnya, kami mampir ke warung dekat gerbang desa untuk membeli gorengan dan kopi tubruk. Rasanya sederhana, tapi kenikmatannya lain karena disantap setelah berendam di alam.
Air Terjun Tembun mengajarkan saya bahwa keindahan tidak selalu butuh nama besar. Ia ada di tempat yang sengaja disembunyikan, menunggu orang yang benar-benar ingin menemuinya. Jika Anda sedang mencari pelarian dari rutinitas, datanglah ke sini. Bawa bekal ringan, ajak keluarga, dan biarkan suara air menjadi latar percakapan yang hangat. Destinasi tersembunyi seperti inilah yang membuat perjalanan terasa lebih berarti.
Selengkapnya di: sumber resmi